PUNK, GOLDENBOYS, & MASA KECILKU


Perkenalkan..nama saya AMRI ARMADHANI AZIS, Lahir di MAKASSAR pada tanggal 20 Juni..masa kecilku adalah masa dimana anak-anak seumuranku gemar habiskan waktu di rumah kalau hari minggu karena semua film kartun favorit main, masa kecilku juga adalah masa dimana telingaku selalu mendengarkan lagu-lagu malaysia pada jamannya dan dangdut pada masanya, selain rhoma irama & iklim yang mengajariku bahwa musik bukan sekedar bunyi-bunyian, dimasa itu juga saya sedang giat-giatnya belajar tentang apa yang ada di lingkunganku. Jika sore hari tiba, saat anak seusiaku baru bangun tidur maka lapangan yang berada pas di belakang rumahku adalah tempat bermain paling menyenangkan sampai magrib tiba, pulang kerumah lalu belajar sampai saya mulai masuk bangku SMP dan saat pertama masuk SMP saya dikenalkan oleh tetanggaku yg umurnya beda 10tahun denganku, namanya LUCKY, dia memberiku referensi untuk mendengarkan NOFX yg album PUNK IN DRUBLIC nya saat itu juga saya tertarik dengan musik yang diberi nama PUNKROCK..

Di era ku SMP jika kau suka musik kau di wajibkan punya koleksian kaset pita dan karena keluargaku adalah orang yg sederhana bukan dari kalangan org kaya maka pinjam atau kerumah teman yang punya selera dengan kita adalah solusinya jadi tdk jauh dari rumahku ada teman yg kebetulan kakaknya adalah seorang gitaris salah satu band terkenal di makassar pada era itu dan dia juga punya banyak kaset pita jd disitulah saya menumpang menjadi keren, setiap pulang sekolah saya kerumahnya, hanya untuk dengar lagu. Masa SMP adalah masa dimana jiwa berontak kita berkobar kobar, masa dimana semua di persetankan, dan di usia SMP saya menjadikan jalanan adalah tempat nongkrong paling keren sedunia. Di sekitaran rumahku ada jembatan dan di jembatan itu ada pos ronda jadi tiap malam minggu saya dan teman-teman yg lain habiskan malam minggu disana, kalo hari sekolah batas waktu sampai jam 10 itupun sudah malam sekali..

setelah beberapa tahun kemudian masuklah saya ke bangku SMA. Masa dimana kita mulai menjadi brengsek, mulai keluar malam sampai pulang mabuk, tp itulah masa remajaku, masa paling keren saat kau tiduri muntahmu dan saat SMA dulu saya punya impian ingin punya toko kaos yg besar (karena MMC SHOP kala itu sedang bagus2nya) sampai dulu saya memilih bolos kerumahnya ucok untuk nyablon dripada hrus ke sekolah untuk mendapatkan ilmu. Caci maki orngtua sudah memenuhi telinga, tapi sebagai anak jalanan yang hormat pada orangtua, saya hanya diam dan memikirkan tentang saya di masa depan, apa yg hrus saya lakukan agar apa yg selama ini orgtuaku anggap tidak baik bisa positif dimatanya. Belajar dan terus belajar, nyablon stiker dan kaos, dijual untuk belanja krn punk tidak manja dan sejak kapan punk meminta belas kasihan ? Maka dari itu sejak Kelas 2 SMA saya mulai belajar produksi dan menjual hasil produki sampai selesai sekolah..

Sejak lulus SMA saya kerja, bekerja di perusahaan besar yang menjadikanku robot dan akhirnya saya berhenti, menjadi buruh bangunan dan tukang cat, menabung adalah pilihan, setelah uang sy kumpulkan cukup  untuk membeli alat sablon yg saya butuhkan maka mulailah saya produksi stiker, sy jual di sekolah-sekolah, menerima pesanan, tapi lagi-lagi saya jatuh, karena saya adalah pemabuk berat jd uang hasil jualan habis karena minuman maka sy niatkan untuk berhenti dan mencari kesibukan agar bisa melupakan semuanya, ketemulah saya dengan salah satu teman yg sudah lama saya kenal di kalangan PUNK, dia mengajariku cara hidup yg baik dan jangan pernah mengeluh, dengan tarikan satu nafas sy mulai nyablon kembali tp kali ini berbeda karena dunia stiker sudah sy lupakan maka dunia kaos sy mulai, kesana kesini ngelapak, menjual kaos ke sekolah-sekolah, bawa tikar kemana-mana, sampai saya ketemu dengan mamat & reppek (salah satu kawan di dunia PUNK) berdiskusi, membuat suatu bisnis, menjal kaos & lagi-lagi kami jatuh jd akhirnya saya cuma berdua dengan mamat, melewati masa masa sulit, masa terpahit dalam hidup, tapi sebagai manusia kita tdk boleh mengeluh, lalu mamat pun keluar dari apa yg kita buat, dia fokus kerja dan memberikan seluruhnya kesaya karena kami adalah teman dan saya org yg takut kehilangan teman maka dengan semangat saya menjalankan semuanya. Memulainya dari NOL , menjadi pedagang kaos band bukan hal yg gampang, selain kalian harus tau band apa yg kalian sablon, kalian juga harus tahan mental, membuka sebuah usaha tidak semudah menghabiskan anggur sebotol, semua saya lalui dengan tenang..

GoldenBoys pun berdiri, saya mulai mengajak teman2 yang lain untuk datang, selain teman2ku, teman2 adikku juga ikut meramaikan sampai akhirnya menjadi sebuah rumah bersama, tempat jualan, tempat belajar, tempat nongkrong dan banyak kenangan terukir di tempat itu & saat itu juga saya bilang ke orangtuaku 'INILAH HASIL DARI APA YG DULU SAYA LAKUKAN, BERGAUL SAMPAI PULANG MABUK & TIDAK PEDULIKAN SEKOLAHKU.. Sampai sekarang saya masih tetap bangga dengan apa yang dinamakan PUNK karena dari PUNK saya bisa banyak belajar, dari PUNK sy bisa tau banyak hal..

PUNK adalah saat kau jadi dirimu sendiri dan saat kau berani melawan apa yang membuatmu tidak nyaman..





Komentar

Postingan populer dari blog ini

KALAU HIDUP ADALAH PERANG, BOLEHKAH SAYA MENONTON SAJA ?

DON'T CRY FOR ME ARGENTINA

DISCERN MIDLE