THE CLASH 'LONDON CALLING'
Bagi orang awam, foto cover album The Clash, London Calling yang legendaris itu mungkin lebih terkenal dari bandnya sendiri. Yap, gambar seseorang membanting bass memang sangat rock n roll, dan dengan tegas mengatakan bahwa The Clash adalah band punk tanpa harus mendengarkan musiknya.
Pennie Smith adalah orang yang bertanggung jawab di balik foto tersebut. Ia memotret konser The Clash di New York's Palladium, September 1979. Dan ia berhasil mengabadikan momen ketika bassist The Clash, Paul Simonon membanting bassnya di panggung.
Paul mengaku ia terganggu akan penonton yang diam saja selama The Clash manggung, dan ia membanting bass tersebut. "Palladium punya tempat duduk, dan mereka seperti membeku di sana," kata Simonon."
Kami tidak mendapatkan respon apapun dari mereka, tidak peduli apa yang kita lakukan. Saya aslinya baik hati, tapi di atas panggung malam itu saya frustasi dengan penonton, dan akhirnya membanting bass ke panggung," lanjutnya.
Pennie sendiri sudah menduga aksi seperti itu akan terjadi. "Saya ingat, saat itu ada sesuatu yang salah. Saya sadar Paul akan meledak. Saya menunggu ledakan itu. Fotonya out of focus karena saya jongkok, dan Paul sebenarnya lebih dekat dari yang terlihat," ucapnya.
Vokalis The Clash, Joe Strummer sangat suka dengan foto tersebut. Pennie Smith berkata fotonya out of focus untuk cover album, tapi sepertinya Joe nggak peduli. Dan keputusan Joe tepat. Kini foto tersebut berada di Rock and Roll Hall of Fame di Cleveland, Ohio.
Cover London Calling merupakan representasi semangat sebuah zaman, yang memberontak terhadap kemapanan. Bukan hanya dalam konteks bisnis industri rekaman, ia juga mencerminkan pemberontakan dalam konteks sosial politik yang lebih luas. Musik punk sendiri memang sering dianggap sebagai pemberontakan atas industri musik yang korporatis, yang menyulitkan ekspresi berkesenian individual. Karena itulah, cover London Calling ini menjadi demikian menarik. The Clash seolah sedang melecehkan Elvis Presley. Layout, font dan warna huruf yang sama menjadi lelucon sarkastik atas musik mapan, yang mungkin memang diwakili oleh Elvis Presley.
Komentar
Posting Komentar